Salam IKHAC di tanah Gus Dur

Salam IKHAC di tanah Gus Dur

Fajar mulai mengintip disela – sela bangunan indah Universitas Hasyim Asy’ari Jombang, kicauan burung di pagi hari semakin menambah syahdu suasana, kampus yang terhubung dengan pondok pesantren Tebuireng ini memang membawa nuansa tersendiri bagi yang mengunjunginya. Nampak segerombolan mahasiswa lengkap dengan almet kampus mereka, mulai menyusuri setiap sudut bangunan di Universitas Hasyim Asy’ari, ada yang sedang duduk – duduk santai saja, ada juga yang lagi sibuk ber-selfie ria di depan museum Gus Dur. Berkumpulnya para mahasiswa dari berbagai macam kampus di Universitas Hasyim Asy’ari ini, tidaklah untuk melakukan demonstrasi ataupun tawuran antar kampus, melainkan untuk menghadiri kegiatan Musyawarah Wilayah yang dilaksanakan oleh salah satu organisasi ekstra yaitu ITHLA (Ittihadu at-thulabah al-lughoh al-Arobiyah).

Apa sih ITHLA itu? ITHLA merupakan suatu lembaga yang menaungi himpunan mahasiswa pendidikan bahasa Arab dan sastra Arab. Dalam kegiatan ITHLA kali ini, PBA IKHAC mendelegasikan 11 orang untuk mengikuti musyawarah wilayah ITHLA DPW IV yang berlokasi di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang. Sabtu pagi, tanggal 5 Oktober 2019 seluruh mahasiswa pendidikan bahasa Arab yang telah tergabung kedalam ITHLA DPW IV mulai berkumpul, rangkaian acara yang disusun oleh panitia pelaksana adalah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional, setelah itu ada IMB (ITHLA Mencari Bakat), laporan pertanggung jawaban kepengurusan ITHLA DPW IV, dan ditutup dengan rihlah ke makam Gus Dur.

Pukul 08.00 peserta Musywil ITHLA DPW IV mulai diarahkan ke aula kampus untuk mengikuti agenda pembukaan Musywil DPW IV, tabuhan terbangan dan lantunan sholawat dari group Habsyi Universitas Hasyim Asy’ari Jombang, mulai memanjakan telinga para peserta Musywil. Setelah kegiatan ini dibuka dengan resmi, peserta musywil mengikuti seminar nasional terkait kebahasaan. Seminar nasional ini berisi 3 topik utama yaitu ; Cinta akan bahasa Arab, sejarah bahasa Arab, dan terakhir adalah menejemen organisasi di era 4.0. para peserta sangat antusias mengikuti seminar nasional ini, berbagai pertanyaan mulai memenuhi ruangan, karena materi yang disampaikan dan cara penyampaian sangat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh mahasiswa terkhusus mahasiswa pendidikan bahasa Arab.

Pukul 14.00 peserta mulai dikumpulkan perkelompok dan diarahkan untuk mengikuti ITHLA Mencari Bakat, agenda ini merupakan penjaringan minat dan bakat dari ITHLA DPW IV untuk mencari bibit – bibit unggul, dan juga sebagai peningkatan kemampuan berbahasa Arab. Masing – masing mahasiswa PBA IKHAC masuk ke tiap – tiap cabang lomba, mulai dari Khitobah (Pidato), Qiroatul Akhbar (Baca berita), Insya (mengarang), dan Mujadalah (Debat). Setiap cabang lomba berjalan dengan meriah, sorak – sorakan penonton kian beradu sampai memenuhi tempat perlombaan.

Rangkaian acara mulai dari pembukaan sampai IMB berjalan dengan baik, antusias peserta belum padam, karena besok paginya ada rihlah ke Makam Gus Dur. Beberapa mahasiswa PBA IKHAC tidak bisa melanjutkan agenda di hari minggu tersebut, disebabkan ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Banyak hal yang bisa didapat dalam kegiatan Musywil kali ini, diantaranya teman – teman baru, peningkatan skill berbahasa, peningkatan mental, bagi mahasiswa baru ini juga menjadi sebuah batu loncatan untuk mereka dalam meningkatkan kemampuan berbahasa mereka.

Penulis : Ismail Antu ( Mahasiswa Semester 5 PBA IKHAC, Mojokerto)

UNHASY, Jombang, 06 Oktober 2019

One thought on “Salam IKHAC di tanah Gus Dur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *