Diklat Administrasi HIMA Prodi Pendidikan Bahasa Arab Institut Pesantren Kh. Abdul Chalim

Latar Belakang

Menciptakan organisasi yang profesional itu tidak mudah, baik itu secara personal maupun instansi organisasi itu sendiri, karena terkadang berorganisasi tidak dijadikan sebagai mediasi untuk belajar ataupun mengembangkan diri, namun hanya dijadikan sebagai formalitas atau ajang memamerkan popularitas. Hal tersebut karena
kurangnya pemahaman terkait esensi dari berorganisasi itu sendiri. Selain itu, kurangnya akses para organisator dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman organisasi yang lebih dalam.

Administrasi dalam sebuah organisasi seringkali dianggap sepele bahkan hampir tidak diperhatikan sehingga adanya Pelatihan yang secara khusus mengenai administrasi sangatlah sedikit dijumpai, baik dalam organisasi maupun instansi organisasi. Padahal hakikatnya hal tersebut sangatlah penting, Karena orang-orang yang terjun dalam organisasi merupakan bibit penggerak di masyarakat nantinya.

Suksesnya sebuah organisasi dapat dilihat dari bagaimana organisasi tersebut dapat mewujudkan tertib administrasi, sehingga diharapkan segala hal yang ada dapat tertata dengan baik, teratur dan sistematis. Bercermin dari hal-hal tersebut diatas, maka dalam rangka mewujudkan tertib administrasi HIMAPRODI-PBA IKHAC berinisiatif untuk menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Administrasi (DIKLAT Administrasi) dengan harapan dapat mewujudkan generasi organisator yang tertib administrasi sebagai bekal menuju SDM unggul.

Maksud dan Tujuan

Kegiatan tersebut memiliki maksud untuk memberikan pendidikan dan Pelatihan terkait administrasi sebagai bekal untuk menjalankan sebuah lembaga atau organisasi yang tertib administrasi.

Tujuan pelaksanaan kegiatan DIKLAT Administrasi adalah Membentuk mahasiswa-mahasiswa yang tertib administrasi untuk menjadi cikal bakal Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Tema

”Mewujudkan Generasi Organisatoris yang Tertib Administrasi Menuju SDM Unggul”

Waktu dan Tempat

Waktu pelaksanaan kegiatan DIKLAT Administrasi akan dilaksanakan pada hari Jumat sd Ahad, 09 -11 November 2019.
Kegiatan Lomba ini akan dilaksanakan di Villa GreenPeach Desa Claket Kecamatan Pacet, Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Struktur Panitia

Pelindung :                    Dr. KH. AsepSaifuddinChalim, MA
Dr. Mauhibur Rokhman, Lc., MIRKH
Dr. H.M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I

Penasehat :                    Ammar Zainuddin, M.Pd.I
PenanggungJawab :    Muhammad Rifki
Ketua Panitia :              Siti Aisyah
Sekretaris :                    Fajriani Islamiah
Bendahara :                  Wulaningsih Rohimah

Seksi Acara :                Muhammad Awaluddin Katalaini

Abdulloh Sattar
Mia Magnolia
Seksi Humas :             Doni Samara
Siti Nurhayatin

Seksi Pubdekdok :     Luigi Bayu Kusuma Negara

Putri Sukma Ayu Pramesti
Seksi Konsumsi :        Hadi Prasetyo
Djian ariska
Seksi Sarpras :            Muhammad Arifin

Fauzan

Peserta

Pelaksanaan kegiatan DIKLAT Administrasi wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa  semester 3 dan 5.

Batas Pendaftaran

pendaftaran dimulai pada tanggal 12-30 Oktober 2019. Pendaftaran dilakukan dengan mendownload formulir dan kontrak forum yang disediakan panitia.

Download file

Formulir Pendaftaran Dowload disini

Kontrak Forum Dowload disini

Ketentuan Peserta

Dresscode

Perempuan

  1. Baju Putih
  2. Rok Hitam
  3. Kerudung Hitam
  4. Sepatu
  5. Kaos Kaki
  6. Trening
  7. Baju Kaos Hitam
  8. Kerudung Navy

Laki-Laki

  1. Baju Putih
  2. Celana Hitam
  3. Kopyah Hitam
  4. Sepatu
  5. Kaos Kaki
  6. Trening
  7. Baju Kaos Hitam

Peralatan Yang Harus Dibawa

  1. Bolpoin min 1
  2. Spidol Hitam Kecil
  3. Pensil
  4. Papan Alas
  5. Penggaris
  6. Map Plastick
  7. Steples + Isi min 1/kelompok
  8. Buku tulis
  9. laptop
  10.  Stop kontak (terminal Listrik) min 1/kelompok
  11. Obat-obatan pribadi

NB:

  • Haram membawa Type X atau Penghapus
  • Boleh Membawa Makanan Sebanyak-banyaknya

RONDOWN ACARA DIKLAT ADMINISTRASI

HARI/TGL WAKTU

(WIB)

AGENDA TEMPAT PENANGGUNG JAWAB
Sabtu, 09 November 2019 06:00-07:00 Penjemputan peserta   Doni dan Atin
07:00-07:30 Pembukaan   Sattar
07:30-09:30 Notulensi Rapat dan penempatan berkas

Pemateri : Fajriani

  Sattar
09:30-12:30 AD/ART

Pemateri : ka Majid

  Mia

 

12:30-13:00 ISHOMA   Aldin, korlap
13:00-15:30 AD/ART

Pemateri : ka Majid

  Korlap
15:30-16:00 Shalat Asar   Fauzan
16:00-18:00 Design

Pemateri : Puad

  Putri
18:00-19:00 ISHOMA   Fauzan, korlap
19:00-22:00 Materi Persidangan pemateri : Aldin   Rini
22:00-22:15 Ice Breaking   Korlap
22:15-01:00 Materi Persidangan pemateri : Aldin   Rini
Minggu, 10 November 2019 01:00-04:00 Istirahat /Tidur   Korlap
04:00-05:00 Shalat Subuh   Sattar
05:00-05:30 Senam ringan   Bayu
05:30-06:00 Persiapan   Korlap
06:00-12:00 Surat Menyurat

Pemateri : Mia

  Aldin
12:00-12:30 ISHOMA   D. Humas
12:30-15:00 Materi Proposal

Pemateri : Ka Majid

  Sattar
15:00-15:30 Sholat ashar   Sattar
15:30-18:00 Materi Proposal

Pemateri : Ka Majid

  Arifin
18:00-18:30 ISHOMA   Doni, korlap
18:00:00:30 Materi LPJ

Pemateri : Ka Majid

  Aldin
 

 

Senin,  11 November 2019

12:30-04:30 Istirahat   Korlap
04:30-05:00 Shalat subuh   Sattar
05:00-05:30 Senam ringan   Bayu
05:30-06:30 ISHOMA   Sattar korlap
06:30-07:30 Evaluasi   Aldin
07:30-09:30 Outbound   Bayu dan Doni
09:30-10:30 Persiapan pulang   Sattar
10:30-11:30 Penutupan dan pembagian Hadiah   Aldin
11:30-selesai SAYONARA   Sie. Acara dan korlap

Mengintip Kilas Sejarah PBA-Dalam Acara Majelis Ta’aruf

Mengintip Kilas Sejarah PBA

Kemilau sinar mentari mulai menyinari bangunan – bangunan hijau Institut Pesantren KH. Abdul Chalim, awan – awan putih bersih mulai menutupi punjak gunung Arjuna dan Welirang yang berdiri kokoh bagai benteng, sebagai bukti tanda cinta dan kasih dari sang penguasa jagad raya. Pepohonan sekitar kampus bergoyang dengan syahdunya karena ditiup angin sepoi penuh keteduhan, suara santri dan santriwati yang lagi mengaji kitab gundul menambah hikmad suasana pagi. Begitulah kesehariaan mahasiswa Institut Pesantren KH.Abdul Chalim, setelah melaksanakan sholat malam dilanjutkan dengan pengajian kitab kuning yang dipimpin oleh Kiyai ataupun para gus yang telah diamanahkan bertugas.

Ahad pagi, pada tanggal 13 Oktober 2019, mahasiswa program studi pendidikan bahasa Arab mengadakan kegiatan silaturahmi antar angkatan yang dikemas dalam acara yang bernama MA’RUF (Majelis Ta’aruf), kegiatan ini merupakan sebuah bentuk pengenalan dan pengakraban antara senior dengan junior yang dimana kegiatan ini ingin menghapus stigma negatif yang terbangun dikalangan masyarakat diantaranya penindasan, pemalakan, dan stigma negatif lainnya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin rasa kekeluargaan diantara mahasiswa PBA, sesuai dengan slogan PBA yang berbunyi “Al-ittihadu Asaasu An-Najaah (Persatuan adalah Dasar Kesuksesan)”. Agenda MA’RUF sendiri terdiri dari ta’aruf (Pengenalan) antar angkatan, sosialisasi kegiatan HIMARODI PBA, sosialisasi Ukhuwah Arobiyah dan Kemah Bahasa Arab, Kopi Darat terkait sejarah PBA, dan yang terakhir adalah perekrutan panitia MADINAH II. Tiap agenda terlewati dengan penuh canda dan tawa dari semua orang yang hadir ditempat tersebut. Dari sekian banyak agenda, penulis lebih tertarik kepada Kopi Darat yang membahas mengenai sejarah PBA.

Ada apa dengan PBA? kalimat itu yang pertama kali terlintas dipikiran saya ketika agenda KOPDAR dimulai, jelas saja saya terpikirkan kalimat itu, karena yang menjadi pembicaranya adalah Fathy Hisyam Panagara atau yang lebih akrab disapa Bang Sam dalam kesehariannya. Bang Sam sendiri merupakan angkatan 2015 atau angkatan pertama dari prodi PBA, “Kami merintis HIMAPRODI karena didasari akan keresahan kami sebagai mahasiswa” kata bang Sam dengan pembawaannya yang santai dengan sedikit guyonan khasnya sontak memecah tawa diruangan tersebut. “Awal – awal kami merintis HIMAPRODI tidaklah mudah, menurut kami memahamkan teman se-angkatan itu lebih sulit dari pada memahamkan junior, beban perasaan karena seangkatan dan ditambah posisi kami sebagai pendatang di tanah jawa karena dominannya kami berasal dari luar pulau Jawa” ujar Bang Sam sambil menyeruput kopi hitam yang di depannya.

Pesan yang selalu dikuatkan oleh bang Sam dalam kesempatan kali ini adalah slogan PBA yaitu “Al-Ittihadu Asaasu An-Najaah” beliau berharap angkatan yang dibawahnya memahami dengan benar apa yang dimaksudkan dalam slogan tersebut. Landasan yang dibangun oleh angkatan pertam dan semangat juang mereka diharapkan dapat terus ada didalam dada – dada generasi PBA berikutnya. Diakhir obrolan santai kami, bang Sam memberikan salah satu pepatah Arab yang berbunyi “تعلم فليس المرء يولد عالما” yang berarti “Belajarlah karena manusia tidak dilahirkan dalam keadaan pandai”.

Penulis : Ismail Antu (Mahasiswa PBA IKHAC Semester 5)

MA’RUF – Majelis Ta’aruf PBA IKHAC

“Majelis Ta’aruf PBA IKHAC”
Karya: Muh Efendi Labay

Megah pagi menyambut dengan meriah
Kesenangan dan keceriaan melengkapi wajah
Yang selalu ingin tertawa “hahahah”
Dalam suka maupun duka penuh titah

Dari dinasti intelektual yang berdiri gagah
Di pelosok desa nan indah
Yang ditemani hikmah dan berkah
Dari seorang kyai dinasti Amanatul Ummah

Tiga serigala datang menghampiri kita
Dari arah yang tidak diduga-duga
Dengan membawa coretan penuh rahasia
Sengaja, biar menjadi suatu yang luar biasa

Inilah saatnya Bhineka Tunggal Ika
Memupuk solidaritas kita semua
Dari ta’aruf dan sosialisasi HIMA
Sampai merajut sejarah HIMA-Prodi PBA IKHAC di Nusantara

IKHAC, Pacet, Mojokerto, 13 Oktober 2019

Salam IKHAC di tanah Gus Dur

Salam IKHAC di tanah Gus Dur

Fajar mulai mengintip disela – sela bangunan indah Universitas Hasyim Asy’ari Jombang, kicauan burung di pagi hari semakin menambah syahdu suasana, kampus yang terhubung dengan pondok pesantren Tebuireng ini memang membawa nuansa tersendiri bagi yang mengunjunginya. Nampak segerombolan mahasiswa lengkap dengan almet kampus mereka, mulai menyusuri setiap sudut bangunan di Universitas Hasyim Asy’ari, ada yang sedang duduk – duduk santai saja, ada juga yang lagi sibuk ber-selfie ria di depan museum Gus Dur. Berkumpulnya para mahasiswa dari berbagai macam kampus di Universitas Hasyim Asy’ari ini, tidaklah untuk melakukan demonstrasi ataupun tawuran antar kampus, melainkan untuk menghadiri kegiatan Musyawarah Wilayah yang dilaksanakan oleh salah satu organisasi ekstra yaitu ITHLA (Ittihadu at-thulabah al-lughoh al-Arobiyah).

Apa sih ITHLA itu? ITHLA merupakan suatu lembaga yang menaungi himpunan mahasiswa pendidikan bahasa Arab dan sastra Arab. Dalam kegiatan ITHLA kali ini, PBA IKHAC mendelegasikan 11 orang untuk mengikuti musyawarah wilayah ITHLA DPW IV yang berlokasi di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang. Sabtu pagi, tanggal 5 Oktober 2019 seluruh mahasiswa pendidikan bahasa Arab yang telah tergabung kedalam ITHLA DPW IV mulai berkumpul, rangkaian acara yang disusun oleh panitia pelaksana adalah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional, setelah itu ada IMB (ITHLA Mencari Bakat), laporan pertanggung jawaban kepengurusan ITHLA DPW IV, dan ditutup dengan rihlah ke makam Gus Dur.

Pukul 08.00 peserta Musywil ITHLA DPW IV mulai diarahkan ke aula kampus untuk mengikuti agenda pembukaan Musywil DPW IV, tabuhan terbangan dan lantunan sholawat dari group Habsyi Universitas Hasyim Asy’ari Jombang, mulai memanjakan telinga para peserta Musywil. Setelah kegiatan ini dibuka dengan resmi, peserta musywil mengikuti seminar nasional terkait kebahasaan. Seminar nasional ini berisi 3 topik utama yaitu ; Cinta akan bahasa Arab, sejarah bahasa Arab, dan terakhir adalah menejemen organisasi di era 4.0. para peserta sangat antusias mengikuti seminar nasional ini, berbagai pertanyaan mulai memenuhi ruangan, karena materi yang disampaikan dan cara penyampaian sangat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh mahasiswa terkhusus mahasiswa pendidikan bahasa Arab.

Pukul 14.00 peserta mulai dikumpulkan perkelompok dan diarahkan untuk mengikuti ITHLA Mencari Bakat, agenda ini merupakan penjaringan minat dan bakat dari ITHLA DPW IV untuk mencari bibit – bibit unggul, dan juga sebagai peningkatan kemampuan berbahasa Arab. Masing – masing mahasiswa PBA IKHAC masuk ke tiap – tiap cabang lomba, mulai dari Khitobah (Pidato), Qiroatul Akhbar (Baca berita), Insya (mengarang), dan Mujadalah (Debat). Setiap cabang lomba berjalan dengan meriah, sorak – sorakan penonton kian beradu sampai memenuhi tempat perlombaan.

Rangkaian acara mulai dari pembukaan sampai IMB berjalan dengan baik, antusias peserta belum padam, karena besok paginya ada rihlah ke Makam Gus Dur. Beberapa mahasiswa PBA IKHAC tidak bisa melanjutkan agenda di hari minggu tersebut, disebabkan ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Banyak hal yang bisa didapat dalam kegiatan Musywil kali ini, diantaranya teman – teman baru, peningkatan skill berbahasa, peningkatan mental, bagi mahasiswa baru ini juga menjadi sebuah batu loncatan untuk mereka dalam meningkatkan kemampuan berbahasa mereka.

Penulis : Ismail Antu ( Mahasiswa Semester 5 PBA IKHAC, Mojokerto)

UNHASY, Jombang, 06 Oktober 2019

Festival Nasional MADINAH II 2020

FENOM

Festival Nasional MADINAH II

2020

         Festival Nasional MADINAH II merupakan terusan kesuksesan dari acara terdahulu yakni, Lomba Khitobah dan MADINAH Se-Jawa Timur  yang diadakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren KH. Abdul Chalim. Panitia Festival Nasional MADINAH II kini mengadakan 7 (tujuh) lomba offline dan 3 (tiga) lomba online, yang merupakan refleksi dari menanggapi animo peserta, juri dan pihak lainnya yang begitu semangat untuk berpartisipasi kembali. Lomba kali ini 2x (dua kali) lebih banyak dari MADINAH I 2019. Lomba offline diadakan pada tingkat Se-Jawa dan Bali, sementara lomba online diadakan pada tingkat Nasional.

         Diselenggarakannya festival ini untuk meningkatkan kemampuan analisis peserta, daya rangsang argumentasi yang tanggap dengan fenomena saat ini, pengembangan bakat, kreatifitas dan inovasi dalam memaksimalkan teknologi dan kualitas pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Selain itu dari festival ini juga diharapkan mampu meningkatkan sportivitas, menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Arab dan menghilangkan stigma belajar bahasa Arab itu susah dan tidak bergengsi.

Kebersamaan Mahasiswa/i PBA IKHAC

MOJOKERTO. Keberhasilan tanpa kebersamaan layaknya Bangunan tanpa pondasi, PBA IKHAC (Institut Pesantren KH Abdul Chalim) selalu merajut kebersamaan untuk meraih keberhasilan, untuk membangun pondasi kebersamaan ini banyak kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa PBA IKHAC, untuk mempererat tali pershahabatnan mahasiswa IKHAC, baik itu bersifat formal atau tidak resmi.

Tidak hanya sebatas itu saja, kebersamaan kita juga untuk  mengambil dan memberi pengalaman antara tingkat kaka tingkat dengan adik tingkat, “dalam bahasa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) layaknya keluarga kita sendiri tidak ada lagi kecanggungan” tutur salah satu mahasiswa semester dua. (23 / 04/2018).

 

Santunan Anak Yatim

Penyerahan Sembako Oleh M. Awaluddin Katalaini (Ketua Pelaksana Baksos Ramadhan) untuk salah satu Anak Yatim di panti Asuhan Yaman Mojosari

 

S ebagai bentuk kepedulian dan rasa kasih sayang kepada anak-anak panti asuhan Mojosari. Mahasiswa / i Institut Pesantren KH Abdul Chalim Fakultas Tarbiyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) melaksanakan bakti sosial (baksos) pada bulan Ramadhan kemarin di Panti Asuhan Mojosari. kegiatan bakti sosial ini dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa sosial dan rasa kepedulian terhadap sesama mahasiswa / i Prodi PBA.

Di sini kami dapat mengambil Pelajaran yang tidak dapat menghasilkan materi atau harta benda dll, kami juga dapat berbagi kebaikan, kebahagiaaan berupa tenaga, ilmu, doa, hal kecil yaitu dengan menunjukkan senyum indah di hadapan saudara-saudara kami dan juga kami dapat memberikan semangat, menginspirasi, memotivasi anak-anak asuh untuk lebih giat belajar dan bersungguh-sungguh meraih prestasi agar mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi di bangku perkuliahan. Sedikit rezeki yang dapat kami berikan dari donasi, sembako, alat tulis, dan juga pakaian semoga bermanfaat bagi adik-adik panti asuhan. “Tetaplah berbagi tipis kau tak punya apa-apa, berbagi bukan tentang besar dan berlebih hal yang di beri, namun betapa tulus dan ikhlasnya apa yang kau beri”.
“Barang siapa meringankan beban kesulitan seorang mukmin di dunia, maka kelak Allah akan meringankannya dari kesulitan di hari kiamat”. (HR.Muslim)

oleh: Nia Urfiana Raisen

Kemah Arobi Pendidikan bahasa Arab IKHAC (Institut KH Abdul Chalim)

Poster kegiatan Kemah Arobi

Institut KH.abdul chalim (IKHAC). Fakultas tarbiyah prodi pendidikan bahasa Arab sukses menggelar acara KEMAH AROBI yang diinsultasi seluruh mahasiswa / i bahasa indonesia dengan tema “ menciptakan mahasasiwa islam yang kompetitif dengan bahasa arab”.

Acara ini mendapat apresiasi yang bagus, bahkan tidak hanya dosen dan mahasiswa / i bahasa indonesia saja yang memberi apresiasi, fakultas dan lain-lain yang memberi acungan jempol pada bahasa indonesia.

Kebanggaan tersebut oleh kaprodi bahasa hasyim asyi’ari M.Pd.I

Sambutan Kaprodi PBA dalam acara Kemah Arobi

” Saya sangat bangga pada mahasiswa bahasa arab yang telah menggelar acara kemah arobi ini yang sebelumnya belum digelar sama sekali di IKHAC ” tutur beliau

كن أول من يتبع

Jadilah yang pertama untuk diikuti

Oleh luthfi permana putra setya

Kemah Arobi Prodi Pendidikan Bahasa Arab

M emang sedikit aneh kemah arobi tapi tidak bermalam ditenda layaknya kemah sungguhan. Tapi itu tak mengurangi semangat para punggawa prodi PBA. Dengan berbagai kondisi yang ada yang membuat kami semakin bersemangat, kami harus melakukan apa yang kami lakukan untuk membuat program untuk lebih menyemarakan acara yang sedang berlangsung. Dengan pengalaman dan reputasi ketua yang merupakan anggota dewan yang membantu dan membantu teman-teman yang lain kami mendirikan dua tenda dan pionering untuk bendera kebesara Hima Prodi Pendidikan Bahasa Arab.

Selesai mendirikan tenda kami santai sambil ngopi dan bernyanyi riaepas sedikit penat yang ada orang lain tidur dan kegiatan-kegiatan pendidikan diesok hari. Mungkin tak ada apa-apanya jika tidak ada kegiatan yang akan dikerjakan bersama-sama akan tetapi jika lelah itu bersama pasti akan terasa istimewa. (27/04/2018)

لا زلت إلى الآن أبحث على من يعلمنى

“Sampai sekarang, aku tetap mencari orang yang mau mengajariku ilmu”

Oleh: M. Arifin

Keakraban PBA IKHAC dan UINSA Bersama Anak Yatim

Ketua Himpunan Mahasiswa Program studi PBA Hadi Prasetyo (depan tengah)

“ Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya , sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga”. (HR. Al-baniy, shahih At Tahgrib, Malik ibnu Harits : 1895)

Baksos serta buka puasa bersama dibulan ramadhan bersama anak yatim piatu semoga berkah dan bermanfaat karena Bahu membahu dalam kebaikan ( tolong menolong ) menjadikan hati slalu bersyukur. (19/05/2018).